Selasa, 29 Mei 2012

Reproduksi Secara Aseksual dan Seksual

Reproduksi Aseksual




Individu baru (keturunannya) yang terbentuk mempunyai ciri dan sifat yang sama dengan induknya. Individu-individu sejenis yang terbentuk secara reproduksi aseksual dikatakan termasuk dalam satu klon, sehingga anggota dari satu klon mempunyai susunan genetik yang sama.
Reproduksi aseksual dapat dibagi atas lima jenis, yaitu :
1. Fisi2. Pembentukan spora3. Pembentukan tunas4. Fragmentasi5. Propagasi vegetatif
1.
Fisi
Fisi terjadi pada organisme bersel satu. Pada proses fisi individu terbelah menjadi dua bagian yang sama.
Contoh :
- Pada pembelahan sel bakteri.
Pada Plasmodum, reproduksi dengan fisi berganda, yaitu inti sel membelah berulang kali dan kemudian setiap anak inti dikelilingi sitoplasma. Proses ini disebut skizogoni, sel yang mengalami skizogoni disebut skizon.
 2.
    Pembentukan spora
    Dibentuk di dalam tubuh induknya dengan cara pembelahan sel. Bila kondisi lingkungan baik, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi individu baru, spora dihasilkan oleh jamur, lumut, paku, sporozoa (salah satu kelas protozoa) dan kadang-kadang juga dihasilkan oleh bakteri.
    3.
    Pembentukan tunas
    Organisme tertentu dapat membentuk tunas, berupa tonjolan kecil yang akan berkembang dan kemudian mempunyai bentuk seperti induknya dengan ukuran kecil. Kemudian tunas ini akan lepas dari induknya dan dapat hidup sebagai individu baru. Pembentukan tunas merupakan ciri khas sel ragi dan Hydra (sejenis Coelenterata).
    4.
    Fragmentasi
    Kadang-kadang satu organisme patah menjadi dua bagian atau lebih, kemudian setiap bagian akan tumbuh menjadi individu baru yang sama seperti induknya. Peristiwa fragmentasi bergantung pada kemampuan regenerasi yaitu kemampuan memperbaiki jaringan atau organ yang telah hilang. Fragmentasi terjadi antara lain pada hewan spons (Porifera), cacing pipih, algae berbentuk benang.
    5.
    Propagasi vegetatif
    Istilah propagasi vegetatif diberikan untuk reproduksi vegetatif/tumbuhan berbiji. Pada proses propagasi bila bagian tubuh tanaman terpisah maka bagian tersebut akan berkembang menjadi satu/lebih tanaman baru. Propagasi vegetatif alamiah dapat terjadi dengan menggunakan organ-organ sebagai berikut :

    a.
    StolonStolon adalah batang yang menjalar di atas tanah. Di sepanjang stolon dapat tumbuh tunas adventisia (liar), dan masing-masing tunas ini dapat menjadi anakan tanaman. Contoh: pada rumput teki, rumput gajah dan strawberi.
    b.
    Akar tinggal atau rizomRizom adalah batang yang menjalar di bawah tanah, dapat berumbi untuk menyimpan makanan maupun tak berumbi. Ciri rizom adalah adanya daun yang mirip sisik, tunas, ruas dan antar ruas. Rizom terdapat pada bambu, dahlia, bunga iris, beberapa jenis rumput, kunyit, lengkuas, jahe dan kencur.
    c.
    Tunas yang tumbuh di sekitar pangkal batangTunas ini membentuk numpun, misalnya: pohon pisang, pohon pinang dan pohon bambu.
    d.
    Tunas liarTunas liar terjadi pada tumbuhan yang daunnya memiliki bagian meristem yang dapat menyebabkan terbentuknya tunas-tunas baru di pinggir daun. Contoh: tunas cocor bebek (Kalanchoe pinnata) dan begonia.
    e.
    Umbi lapisUmbi lapis adalah batang pendek yang berada di bawah tanah. Umbi lapis diselubungi oleh sisik-sisik yang mirip kertas. Contoh: tumbuhan lili, tulip dan bawang.
    f.
    Umbi batangUmbi batang adalah batang yang tumbuh di bawah tanah, digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan sehingga bentuknya membesar. Pada umbi terdapat mata tunas - mata tunas yangakan berkembang menjadi tanaman baru.Contoh: kentang dan Caladium.


    Reproduksi Secara Seksual

    Perkembangbiakan Tumbuhan secara seksual / generatif.

    Gb. siklus kehidupan Angiospermae
    http://t1.gstatic.com/images
    Reproduksi ( perkembang biakan ) merupakan aktivitas mahkluk hidup untuk menghasilkan keturunan baru dengan tujuan untuk melestarikan jenisnya ( mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya agar tidak punah .
    Reproduksi pada mahkluk hidup dapat terjadi secara generatif ( seksual ), maksudnya adalah keturunan baru terbentuk melalui proses peleburan gamet jantan dengan gamet betina.Peristiwa peleburan gamet jantan dan gamet betina disebut fertilisasi ( pembuahan ).
    Selain itu, reproduksi juga dapat terjadi secara vegetatif ( aseksual ), maksudnya, adalah keturunan baru terbentuk tanpa melalui proses peleburan gamet jantan dengan gamet betina.Keturunan baru yang terbentuk secara generatif pada umumnya memiliki sifat yang berbeda dengan kedua induknya, sedangkan keturunan baru yang terbentuk secara vegetatif pada umumnya memiliki sifat yang sama dengan induknya.

    î Reproduksi generatif pada tumbuhan
    Reproduksi generatif pada tumbuhan ( terutama tumbuhan berbiji / spermatophyte ) terjadi melalui proses pembuahan , yaitu peleburan serbuk sari ( gamet jantan ) dengan sel telur ( gamet betina ) yang didahului peristiwa penyerbukan / persarian, yaitu sampainya serbuk sari ke  tujuan  
    ( alat kelamin betina : kepala putik ( Angiospermae ), tetes penyerbukan( gymnospermae) ).                                                                                        
                                                                                   
    Gb. Struktur umum bunga Angiospermae ( dari : http://t0.gstatic.com/images? )
    Penyerbukan pada tumbuhan dapat  terjadi dengan adanya perantara maupun tanpa adanya perantara. Berdasarkan factor yang menjadi perantaranya, penyerbukan dibedakan menjadi beberapa macam, Perhatikan table 1.1. dan 1.2. berikut ini .
    Tabel 1.1. Macam penyerbukan berdasarkan factor perantaranya

    MACAM PENYERBUKAN
    FAKTOR
    PERANTARA
    CIRI ALAT REPRODUKSI/
    CIRI TUMBUHAN
    ANEMOGAMI
    Angin
    Tidak memiliki perhiasan bunga atau bermahkota kecil ; serbuk sari banyak, ringan, dengan tangkai sari panjang ;
    Kepala putik besar, bunga tdk berbau
    HIDROGAMI
    Air
    Tumbuhan hidup di air
    ZOIDIOGAMI
    Hewan

    a. entomogami
    Serangga
    Mahkota bunga dg warna mencolok; bunga berbau khas; mempunyai kelenjar nectar
    b. ornitogami
    Burung
    Bunga mempunyai kelenjar madu, mengandung air, mengandng unsure merah
    c. kiropterogami
    Kelelawar
    Bunga mekar pada waktu malam hari,bunga berukuran besar,letak menonjol
    d. malakogami
    Siput
    Tumbuhan sering didatangi siput,
    ANTROPOGAMI
    Manusia
    Tumbuhan berumah dua; tidak adanya vector alami sbg perantara

    Table 1.2. Macam penyerbukan berdasarkan asal serbuk sarinya
    NO
    MACAM PENYERBUKAN
    ASAL SERBUK SARI
    KETERANGAN
    1.
    AUTOGAMI
    Dari satu bunga sama
    Terjadi pada bunga biseksual ( hermaprodit )
    2.
    GEITONOGAMI
    Dari bunga lain tetapi masih dalam satu pohon yang sama
    Terjadi pada tumbuhan berumah satu ( monoesis )
    3.
    ALOGAMI
    Dari bunga tumbuhan lain yang masih sejenis
    Umumnya terjadi pada tumbuhan yang berumah dua 
    ( diesis )
    4.
    BASTAR
    Dari bunga tumbuhan lain yang berbeda varietasnya
    Biasanya dilakukan manusia untuk memperoleh varietas tanaman baru
    Contoh Autogami ( from : http://t3.gstatic.com/images? )
    Setelah terjadi penyerbukan maka beberapa saat sesudahnya akan terjadi pembuahan ( peleburan serbuk sari dengan sel telur ). Pada tumbuhan berbiji pembuahan dibedakanmenjadi dua,Yaitu :
    1.       Pembuahan ganda.
    Terjadi pada tumbuhan berbiji tertutup ( Angiospermae ). Dinamakan pembuahan ganda karena  ada dua inti sperma ( gamet jantan ) yang melebur. Yaitu inti sperma I melebur dengan sel telur membentuk zigot dan inti sperma II melebur dengan inti kandung lembaga sekundermembentuk endosperma ( keping biji ) sebagai cadangan makanan.
    Mekanisme pembuahan ganda :
    Inti serbuk sari setelah sampai di kepala putik akan membelah menjadi 2 yaitu inti vegetatifdan inti generatif yang kemudian membelah menjadi inti sperma I dan inti sperma II, sedang inti vegetatif akhirnya mati.
    Di dalam bakal biji, sel nuselus membelah menjadi 4 sel, 3 diantaranya mati sedang  1 sel yang hidup membelah menjadi dua sel. Satu sel menuju kalaza, satu lagi menuju mikrofil, dan masing-masing membelah 2 kali berturut-turut sehingga terbentuk 8 inti.
    Di kalaza, 3 sel menempatkan diri pada dinding kalaza disebut antipoda, dan 1 sel menuju ke tengah. Di mikrofil 3 inti menempel dekat mikrofil, yang tengah menjadi sel telur ( ovum ), sedang
    Dua di kanan dan kiri disebut sinergid.
    yang satu menuju ke tengah bergabung dengan 1 sel yang berasal dari kalaza membentuk sel kandung lembaga sekunder.
    2.       Pembuahan tunggal
    Pembuahan ini terjadi pada tumbuhan berbiji tertutup ( Gymnospermae ), dikatakan pembuahan tunggal karena hanya ada 1 sel sperma yang membuahi satu sel telur membentuk zigot





    Pembuahan Tunggal 
    ( pd Gymnospermae )
    Apa perbedaan antara pembuahan tunggal dengan pembuahan ganda ?
    Pembuahan Ganda 
    ( pada Angiospermae )
    Sumber: http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0095%20Bio%202-12b.htm, http://pelajaranbiologi-sma1.blogspot.com/2010/10/perkembangbiakan-tumbuhan-secara.html

    Geografi kehidupan



    Geografi Kehidupan
    Persebaran Makhluk Hidup
    Seperti kita ketahui setiap daerah di dunia memiliki makhluk yang berbeda-beda, tap terkadang dapat kita temukan flora dan fauna yang sama di berbagai wilayah yang berbeda mengapa bisa begitu? Hal ini terjadi karena adanya beberapa faktor yang menyebabkan tersebarnya flora dan fauna tersebut.

    BIOTIK-faktor-faktor makhluk hidup
    1. Aktivitas Manusia
    Aktivitas manusia tentu berpengaruh dalam persebaran makhluk hidup. Contohnya, semakin banyak manusia yang menebang pohon, tentu semakin sedikit pohon-pohon yang ada. Jika manusia terus menerus berburu, tentu hewan-hewan semakin punah. Maka dari itu kesadaran dan aktivitas manusia tentu berperan sangat penting dalam persebaran makhluk hidup.

    2. Flora dan Fauna
    Faktor hewan juga memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora. Misalnya serangga dalam proses penyerbukan, kelelawar, burung, tupai membantu dalam penyebaran biji tumbuhan.
    Peranan faktor tumbuh-tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah. Tanah yang subur memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan faunanya. Contohnya bakteri saprophit merupakan jenis tumbuhan mikro yang membantu penghancuran sampah-sampah di tanah sehingga dapat menyuburkkan tanah.


    ABIOTIK-faktor-faktor fisik
    1. Iklim
    Iklim sangat mempengaruhi dari persebaran flora dan fauna di suatu negara, perubahan iklim akan mempengaruhi keberadaan flora dan fauna baik dari segi jumlah maupun persebaran yang semakin berkurang. Iklim sendiri adalah keadaan rata-rata cuaca pada suatu daerah dalam kurun waktu yang relatif lama. Sedangkan wilayah Indonesia, memiliki iklim tropis yang sangat dikenali melalui tumbuhan yang sangat besar dan selalu hijau sepanjang tahun.
    Perubahan Iklim sendiri berpengaruh terhadap flora dan fauna di daerah Indonesia. Akibatnya ada jenis-jenis flora dan fauna tertentu yang dapat hidup dengan jenis iklim tertentu. Kutub, dingin, tropis, dan subtropis.

    2. Kelembapan Udara
    Kelembaban berpengaruh langsung terhadap kehidupan tumbuhan. Ada tumbuhan yang sangat cocok hidup di daerah kering, daerah lembab bahkan ada yang dapat hidup di daerah yang sangat basah.Berdasarkan tingkat kelembaban lingkungan habitatnya, dunia tumbuhan dapat dikelompokkan sebagai berikut:
    • Xerophyta (Xerofit)- tumbuhan yang mampu beradaptasi di daerah yang kering sekalipun, misalnya kaktus.
    • Mesophyta (Mesofit)- tumbuhan yang dapat hidup di tanah yang lembab, misalnya padi.
    • Tropophyta (Tropofit)- tumbuhan yang di dalam kehidupannya membutuhkan banyak air, misalnya teratai dan eceng gondok.
    3. Suhu
    Kodisi suhu udara sangat berpengaruh terhadap tumbuh-tumbuhan dan hewan, karena jenis spesies tertentu memiliki persyaratan suhu lingkungan yang ideal atau suhu optimum bagi kehidupannya, serta batas suhu maksimum dan minimum untuk tumbuh yang dinamakan tolerensi spesies terhadap suhu. Suhu bagi tumbuh-tumbuhan merupakan faktor pengontrol bagi persebarannya sesuai dengan letak lintang, ketinggian dan sebagainya. Penamaan habitat tumbuhan biasanya sama dengan nama-nama wilayah berdasarkan lintang buminya, seperti vegetasi hutan tropik, vegetasi lintang sedang, dan sebagainya.

    4. Jenis Tanah
    Klasifikasi ini memberikan gambaran dasar terhadap sifat fisik, kimia dan mineralogi tanah yang dimiliki masing-masing kelas yang selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar untuk pengelolaan bagi berbagai penggunaan tanah.
    Klasifikasi teknis adalah klasifikasi tanah yang didasarkan atas sifat-sifat tanah yang mempengaruhi kemampuan tanah untuk penggunaan-penggunaan tertentu. (Contoh : klasifikasi kesesuaian lahan untuk perkebunan, tanah akan diklasifikasikan atas dasar sifat-sifat tanah yang mempengaruhi tanaman perkebunan tersebut seperti drainase tanah, lereng, tekstur tanah dan lainnya).

    5. Air
    Perairan bumi dipenuhi dengan berbagai macam kehidupan. Makhluk-makhluk pertama di dunia berasal dari perairan. Hampir semua ikan hidup di dalam air, selain itu, mamalia seperi lumba-lumba dan ikan paus juga hidup di dalam air. Hewan-hewan seperti amfibi menghabiskan sebagian hidupnya di dalam air. Bahkan, beberapa reptil seperti ular dan buaya hidup di perairan dangkal dan lautan. Tumbuhan seperti alga dan rumput laut menjadi sumber makanan ekosistem perairan. Di samudera, plankton menjadi sumber makanan utama para ikan.
    Pembagian Wilayah Berdasarkan Iklim
         a) Daerah Tropik
             memiliki ciri beriklim panas, matahari bersinar sepanjang tahun, perubahan suhu antara Jahuari hingga Desember sangatlah sedikit, curah hujan sangat tinggi. Terdapat ribuan spesies tumbuhan yang dapat membenntuk suatu hutan tropik dengan ciri-ciri sebagai berikut :
    ·                     Pohon-pohonnya besar dan tinggi, dapat mencapai 20-40 m
    ·                     Cabang pohon panjang dan banyak, membentuk naungan pohon yang luas
    ·                     Di dalam naungan pohon hidup tumbuhan yang menempel (epifit) yang melakukan adaptasi dengan lingkungan kering karena hidup dari air dan curah hujan yang dikandung cabang atau dahan tempat menempel
    ·                     Tanah dibawah naungan hampir tidak pernah mendapatkan sinar matahari. Hal ini menyebabkan tanaman merambat, menjalar ke atas. Misalnya rotan
    ·                     Di lapisan terbawah, hidup lumut dan rumput sebagai makanan hewan kecil. 

          Didalam hutan tropis yang lebat, terdapat beraneka ragam binatang, mulai dari bakteri pembusuk dalam tanah, burung, kera, sampai harimau dan binatang besar lainnya. Sedangkan tumbuhan yang hidup dalam tumbuhan ini, memiliki ciri : berukuran kecil, tumbuh ketika hujan turun, berbunga dan berbiji dalam ukuran kecil dan tahan lama, tumbuh pada musim penghujan tahun berikutnya. 
          Ciri lingkungan abiotiknya : suhu udara pada siang hari sangat tinggi, sekitar 50oC sedangkan pada malam hari dapat mencapai 0oC. kelembapan udara sangat rendah, penguapan air sangat tinggi, yang berakibat pada tanahnya yang tandus. 

         b) Daerah Sub-Tropik
            merupakan iklim sedang. Terdapat 4 musim : musim panas, musim gugur, pusim dingin dan musim semi.    Curah hujannya sepanjang tahun, sekitar 75-100cm/tahun. Karena curah hujan yang sedikit, menyebabkan tumbuhnya bermacam-macam rumput. Tanahnya banyak mengandung humus, karena daun dan rumput cepat mati dan membusuk ketika musim gugur. 
         Ciri Biomanya : Hutannya merupakan hutan luruh, Gugurnya daun merupakan persiapan datangnya musim dingin dan bersemi kembali setelah musim dingin selesai. Pada musim dingin terdapat salju, jumlah tumbuhan jauh lebih sedikit, dan jarak antar pohon tidak rapat dan tidak ada perdu di bawahnya.   

         c) Daerah Kutub
            Daerah ini, pada musim panas, matahari bersinar lebih dari 12 jam sehari. Pada musim dingin, matahari kurang dari 12 jam sehari. Bioma yang khas di daerah beriklim dingin adalah hutan taiga yang pohonnya terdisi dari satu spesies (homogen). Pohon khasnya adalah konifer, dan hewan yang hidup disekitar hutan taiga seperti moose, beruang hitam, dan marten. 
            Di belahan utara, terdapat tundra. Daerah ini mendapat sedikit energi radiasi matahari. perbedaan siang dan malam pada musim panas dan dingin sangatlah besar. Rumput tumbuh menutupi tanah, tumbuhan berbiji tumbuh kerdil. Binatang khas daerah ini adalah rendeer, beruang putih,  musk axen

       
     Pembagian Wilayah Untuk Penyebaran Binatang
    Menurut Alfred Russel Wallace, penyebaran hewan di bumi, dapat dikelompokkan menjadi 6 daerah, yaitu :

    1.                  Wilayah Ethiopian : wilayah yang penyebarannya meliputi benua Afrika, dari sebelah selatan gurun sahara, Madagaskar dan selatan Saudi Arabia. Contoh : zebra, jerapah, gajah, dan gorilla 
    2.                  Wilayah Paleartik : Wilayah persebarannya meliputi hampir seluruh benua Eropa, Uni Sovyet, daerah dekat Kutub Utara sampai pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris di Eropa Barat sampai Jepang, selat Bering di pantai Pasifik, dan benua Afrika paling Utara. Contoh : Beruang Eropa, Bison dan Rusa Kutub.
    3.                  Wilayah Nearktik : Persebarannya meliputi wilayah amerika Serikat, Amerika Utara dekat Kutub Utara, dan Greenland. Contoh : hewan pengerat besar seperti berang-berang
    4.                  Wilayah Neotropikal : Persebarannya meliputi Amerika Tengah, Amerika Selatan dan sebagian besar Meksiko. Iklim di wilayah ini sebagian besar beriklim tropik dan bagian Selatan beriklim sedang. Contoh : kera dan tapir
    5.                  Wilayah Oriental : Wilayah penyebarannya meliputi daerah Asia bagian Selatan pegunungan Himalaya, India, Sri Langka, Semenanjung Melayu, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Filiphina. Contoh : harimau, gajah, tapir dan kerbau
    6.                  Wilayah Australian : Wilayah ini mencakup Australia, Selandia Baru, Irian, Maluku, pulau-pulau di sekitarnya, dan kepulauan di Samudera Pasifik. Contoh :  hewan yang berkantung seperti kanguru

    Sumber: http://ibetholic.blogspot.com/2009/08/persebaran-makhluk-hidup.html, http://elearning.gunadarma.ac.id

    Evolusi Makhluk Hidup



    Evolusi ialah proses perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit dan memakan waktu yang lama.
    Dikenal 2 macam evolusi:
    1. Evolusi progresif :
    evolusi meonju pada kemungkinan dapat bertahan hidup (survive).
    2. Evolusi regresif (retrogreslf) :
    evolusi menuju pada kemungkinan menjadi punah.
    Teori evolusi merupakan perpaduan antara ide (gagasan) den fakta (kenyataan). Yang dianggap sebagai pencetus ide evolusi ialah Charles Darwin (1809-1892) yang menerbitkan buku mengenai asal mula spesies pada tahun 1859, dengan judul “On the ofiginof species by means of natural selection” atau “The preservation of favored races in the struggle for life”.
    Alfred Wallace (1823-1913) secara terpisah mengembangkan pemikirannya dan menghasilkan konsepsi yang sama dengan pendapat Charles Darwin.
    Joseph Hooker, teman Charles Darwin menggabungkan tulisan Alfred Wallace den Charles Darwin. Judul kedua tulisan tersebut menjadi “On the tendency of species to from vafieties and on the perpetuation of vafieties and species by natural means of selection”.
    Yang dianggap mengilhami Charles Darwin dengan gagasan evolusinya adalah
    1. Jean Baptiste Lamarck (ahli biologi Perancis, 1744-1829).
    Yang idenya mengenai evolusi dituangkan dalam bukunya “Philosophic
    Zoologique”.
    Inti isi buku tersebut :
    1.1. Alam sekitar/lingkungan (environment) mempunyai pengaruh pada
    ciri-ciri/sifat-sifat yang diwariskan.
    1.2. Ciri-ciri/sifat-sifat yang didapat (auquired characters) akan
    diwariskan kepada keturunannya.
    1.3. Organ yang digunakan akan berkembang, sedan” yang tidak
    digunakan akan mengalami kemunduran.
    2. Sir Charles Lyell (ahli geologi Inggris, 1797-1875).
    Yang menerbitkan buku mengenai prinsip-prinsip geologi “Principles
    of Geology” (1830) menyatakan bahwa batuan, pulau-pulau dan
    benua selalu mengalami perubahan.
    3. Thomas Robert Mathus (ahli ekonomi den kependudukan Inggris).
    Pro dan kontra tentang berbagai pendapat tentang masalah evolusi
    1. Lamarck vs Weismann :
    Weismann (biologiawan Jerman 1834-1912) menentang pendapat Lamarck mengenai diturunkannya sifat-sifat yang diperoleh.
    Percobaannya : Dia mengawinkan 2 ekor tikus yang dipotong ekornya ternyata keturunannya tetap berekor panjang. Keadaan ini tetap berlangsung meskipun dilakukan sampai 20 generasi.
    2. Lamarck vs Darwin :
    Mereka berbeda pendapat mengenai “munculnya” jerapah berleher panjang.
    Menurut Lamarck : semula jerapah berleher pendek karena makanan yang berupa daun makin berkurang maka dari generasi ke generasi leher jerapah semakin panjang untuk menjangkau daun yang semakin tinggi letaknya.
    Menurut Darwin : dalam populasi jerapah ada yang berleher panjang dan berleher pendek. Dalam kompetisi mendapatkan makanan jerapah berleher panjang tetap bertahan hidup jerapah berleher pendek lenyap secara perlahan-lahan.
    3. Spesiasi atau terjadinya spesies baru:
    Ada pendapat spesies baru bisa terjadi dari spesies yang sudah ada karena interaksi antara faktor luar dan faktor dalam. Mekanismenya dapat dijelaskan dengan rumus :
    F = G + L,
    F = fenotip,
    G = genotip,
    L = lingkungan
    maka bila F1 Þ F2 Þ F3 Þ F4 Þ F5 Þ ………….. F12, dimana F12 mungkin sudah jauh berbeda dengan F1 sehingga F12 dapat dinyatakan sebagai spesies baru
    Untuk dapat memahami masalah evolusi, perlu dipahami pengertian-pengertian berikut :
    A. Pengertian Spesies
    Populasi-populasi yang masih mungkin mengadakan pertukaran gen dikatakan termasuk dalam satu spesies.
    Variasi atau perbedaan morfologi fisiologi ataupun kelakuan tidak menjadi alasan dipisahkannya dua populasi menjadi dua spesies yang berbeda.
    B. lsolasi Reproduksi
    Barier (hambatan) geografik dapat memungkinkan terjadinya pemisahan dua populasi (allopatric) keadaan ini memungkinkan terjadinya isolasi reproduksi meskipun kedua populasi tersebut berada dalam satu lingkungan kembali (sympatrik).
    C. Macam-macam Isolasi Intrinsik
    1. Mekanisme yang mencegah/menghalangi terjadinya perkawinan:
    1.1. Isolasi ekogeografi
    1.2. Isolasi habitat
    1.3. Isolasi iklim/musim
    1.4. Isolasi perilaku
    1.5. Isolasi mekanik
    2. Mekanisme yang mencegah terjadinya hibrida:
    2.1. Isolasi gamet
    2.2. Isolasi perkembangan
    2.3. Ketidakmampuan hidup suatu hibrida
    3. Mekanisme yang mencegah kelangsungan hibrida:
    3.1. Kemandulan betina
    3.2. Eliminasi hibrida yang bersifat selektif
    D. Spesiasi Sebagai Akibat Adanya Poliploid
    Contoh : pada tanaman bunga Oenothera lamarckiana yang mempunyai
    14 kromosom, karena adanya peristiwa gagal berpisah (non-
    disjungtion) terjadi keturunan dengan 28 kromosom yang
    kemudian diberi nama Oenothera gigas.
    Kedua Oenothera tersebut dibedakan spesiesnya oleh karena
    pada persilangan antara keduanya akan menghasilkan
    keturunan yang triploid dan kemudian ternyata steril.
    E. Radiasi Adaptif
    Contoh klasik radiasi adaptif adalah variasi dari burung finch di kepulauan Gallapagos, perbedaannya pada besar dan bentuk paruh, kebiasaan makan dan pada kelakuan yang lain.
    F. Divergensi, Kepunaban, Konvergensi
    Peristiwa radiasi adaptif merupakan peristiwa dimana dari satu spesies timbul dua atau beberapa spesies.
    Kalau dibuat garis keturunannya maka terlihat adanya garis-garis yang menyebar (divergen) oleh sebab itu peristiwa ini disebut divergensi.
    Banyak sebab-sebab kepunahan, antara lain karena perubahan alam sekitar yang begitu cepat yang tidak dapat diikuti dengan adaptasi/
    re-adaptasi makhluk hidup tersebut, juga sebab-sebab biologik, seperti adanya peristiwa kompetisi antara organisme yang mempunyai kebutuhan sama.
    Konvergensi adalah peristiwa dimana dua makhluk atau lebih menghuni tempat hidup yang sama, tetapi makhluk tersebut memiliki asal-usul yang berbeda, hubungan yang jauh tetapi kemudian karena berada dalam tempat yang sama mempunyai organ-organ yang fungsinya serupa.
    Petunjuk – Petunjuk Adanya Evolusi
    1. Anatomi Perbandingan
    Dari studi anatomi perbandingan dapat diketabui bahwa alat-alat fungsional pada pelbagai binatang dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
    a. Homologi
    alat tubuh yang mempunyai bentuk yang berbeda dan fungsinya berbeda namun kalau diteliti mempunyai bentuk dasar sama.
    b. Analogi
    alat-alat tubuh yang mempunyai bentuk dasar yang berbeda namun karena perkembangan evolusi yang konvergen alat-alat tersebut mempunyai fungsi yang sama.
    2. Embriolog Perbandingan
    Embrio hewan bersel banyak mengalarni kesamaan perkembangan embrio, berawal dari zygot Þ blastula Þ gastrula, kemudian mengalami diferensiasi sehingga terbentuk bermacam-macam alat tubuh.
    Ernest Haeckel, mengatakan tentang adanya peristiwa ulangan ontogeni yang serupa dengan peristiwa filogeninya, dia sebut teori rekapitulasi.
    Cotoh: adanya rekapitulasi adalah perkembangan terjadinya jantung pada mamalia yang dimulai dengan perkembangan yang menyerupai ikan, selanjutnya menyerupai embrio amfibi, selanjutnya menyerupai perkembangan embrio reptil.
    3. Perbandingan Fisiologi
    Telah diketahui ada kemiripan dalam faal antara pelbagai makhluk mulai dari mikroorganisme sampai manusia, misalnya :
    • kemiripan dalam kegiatan pernafasan.
    • pembentukan ATP dan penggunaannya dalam pelbagai proses kehidupan adalah serupa pada hampir semua organisme.
    4. Petunjuk-petunjuk Secara Biokimia
    Digunakan uji presipitin yang pada dasarnya adanya reaksi antara antigen-antibodi.
    Banyaknya endapan yang terjadi sebagai akibat reaksi tersebut digunakan untuk menentukan jauh-dekatnya hubungan antara organisme yang satu dengan yang lainnya.
    5. Petunjuk-petunjuk Peristiwa Domestikasi
    Menguhah tanaman dan hewan liar menjadi tanaman dan hewan yang dapat dikuasai dan bermanfaat sesuai dengan keinginan manusia adalah akibat dari peristiwa domestikasi.
    Contoh: penyilangan burung-burung merpati, sehingga dijumpai adanya 150 variasi burung, yang di antaranya begitu berbeda hingga dapat dianggap sebagai spesies berbeda.
    6. Petunjuk-petunjuk dari alat tubuh yang tersisa
    Alat-alat yang tersisa dianggap sebagai bukti adanya proses evolusi, alat-alat ini sudah tidak berguna namun ternyata masih dijumpai.
    Contoh : Pada manusia :
    • selaput mata pada sudut mata sebelah dalam
    • tulang ekor
    • gigi taring yang runcing
    7. Petunjuk-petunjuk Paleontologi
    Telah diketabui bahwa fosil dapat digunakan sebagai petunjuk adanya evolusi.
    Contoh : Urutan fosil kuda:
    dari Eohippus (kuda zaman Eosin) Þ Mesohippus Þ
    Merychippus Þ Pliohippus Þ Equas (kuda zaman sekarang).
    A. Pendapat Teilhard de Chardin mengenai proses evolusi
    Proses evolusi dibedakan menjadi 3 tahap, yaitu:
    1. Tahap Geosfer:
    Tahap ini adalah tahap pra-hidup, tahap perubahan yang terutama
    menyangkut perubahan tata surya.
    2. fahap Biosfer:
    Kalau ada tahap geosfer yang menjadi masalah adalah adanya
    “loncatan” dari materi tak hidup menjadi “materi” hidup, maka pada
    tahap biosfer yang dimasalahkan adalah “loncatan” munculnya
    manusia.
    3. Tahap Nesosfer:
    Menurut Teilhard, yang penting pada makhluk, hidup dalam hal ini
    manusia adalah terjadinya evolusi mengenai kesadaran batinnya yang
    semakin mantap.
    B. Penetapan Umur Fosil
    Penetapan umur fosil dapat dilakukan 2 cara:
    • Cara tidak langsung : yaitu dilakukan dengan mengukur umur lapisan
    bumi tempat fosil ditemukan.
    • Cara langsung : yaitu dengan mengukur umur fosil itu sendiri.
    Beberapa contoh penetapan umur fosil :
    1. Berdasarkan peristiwa laju erosi
    2. Berdasarkan peristiwa laju sedimentasi
    3. Kandungan garam
    4. Penentuan umur dengan zat radioaktif
    C. Evolusi Manusia
    Fosil subhuman tertua adalah Australophitecus, wujudnya lebih menyerupai kera daripada manusia, kemudian muncul manusia kera dari Jawa, Pitecanthropus erectus yang hidup pada ± 500.000 tahun yang lalu, sudah lebih menyerupai manusia daripada kera, volume otaknya ± 1000 cc, sedang pada gorilla ± 600 cc dan pada manusia modern ± 1500 cc, subhuman yang lain adalah Homo neanderthalensis, makhluk ini hidup pada pertengahan akhir Pleistocene, ± 500.000 sampai 50.000 tahun yang lalu, orang beranggapan bahwa makhluk ini manusia primitif yang pertama. Secara tepat takdapat diketahui kapan manusia modern ini muncul, tetapi mungkin yang tertua adalah tengkorak Swanscombe yang umurnya 300.000 tahun dan mungkin sekali lebih tua lagi, yaitu sekitar 500.000 tahun yang lalu makhluk ini pun diduga berasal dari Pithecarthropus. Maunusia modern yang mengganti kan Homo neanderthalensis adalah manusia Cro-maguon yang hidup sekitar 50.000 – 20.000 tahun yang lalu.

    Kehidupan di Bumi


    a. Pandangan Abiogenesis
    1. Abiogenesis adalah pandangan yang beranggapan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati.
    2. Pandangan abiogenesis ini diterima orang tanpa pertentangan sampai abad ke-17.
    3. Pendukung abiogenesis antara lain Aristoteles dan John Needham (1713-1781).
    b. Pandangan Biogenesis
    1. Biogenesis adalah kebalikan dari
    abiogenesis, yang berpendapat bahwa makhluk hidup tetap berasal dari makhluk hidup, bukan benda mati.
    2. llmuwan pendukung biogenesis:
    a. Francesco Redi
    • Redi melakukan percobaan dengan menempatkan sayatan daging ke dalam dua botol
    yang berbeda. Botol 1 dibiarkan terbuka dan botol 2 ditutup rapat.
    • Hasilnya, dalam waktu beberapa hari di dalam botol terbuka ditemukan banyak tempayak, sedangkan dalam botol tertutup tidak ditemukan tempayak.
    • Redi menyimpulkan bahwa tempayak-tempayak tersebut berasal dari lalat yang hinggap pada sayatan daging di botol terbuka.
    b. Lazzaro Spallanzani
    • Spallanzani melakukan serangkaian percobaan dengan memasukkan senyawa-senyawa organik ke dalam botol labu. Bagian atas botol ditutup rapat kemudian dipanaskan (supaya steril).
    • Setelah disimpan beberapa lama, ternyata tidak ditemukan kehidupan dalam botol tersebut.
    c. Louis Pasteur
    • Pasteur melakukan percobaan dengan memasukkan cairan kaldu yang sudah dipanaskan terlebih dahulu ke dalam labu berbentuk leher angsa.
    • Setelah dibiarkan beberapa lama, ternyata tidak ditemukankehidupan mikroorganismedalam labu tersebut.
    • Kemudian labu tersebut diletakkan secara miring. Setelah beberapa lama disimpan, ternyata ditemukan kehidupan mikroorganisme pada labu tersebut.
    • Hasil eksperimen Pasteur ini ternyata dapat menumbangkan teori abiogenesis atau generatio spontanea dengan munculnya faham baru, yaitu biogenesis, yang berarti bahwa kehidupan itu berasal dari kehidupan sebelumnya. Selanjutnya dikenal dengan istilah omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo, yang berarti semua makhluk hidup berasal dari telur dan semua telur berasal dari makhluk hidup.